Breaking News
Pemkab Rohul Uji 29 ASN Lewat Manajemen Talenta, Bupati Anton: "Jabatan Harus Diisi oleh SDM Terbaik" | Polres Rohul Ringkus Pelaku Pembunuhan Perempuan di Ujung Batu, Ditangkap Saat Bersembunyi di Nias Selatan | Pemerintah Provinsi Riau dan PT Tempo Inti Media Bangun Narasi Positif untuk Perkenalkan Potensi Daerah  | BPS Catat Mayoritas Provinsi Mengalami Kenaikan Indeks Perkembangan Harga  | Talam Ketan Durian Kota Pekanbaru Pecahkan MURI: Dari Rekor Menuju Pasar, dari Festival Menuju Kesejahteraan UMKM | Pemerintah Kota Pekanbaru Gratiskan Akses Pendidikan di 23 Sekolah Swasta, Ini Daftarnya |

Warga Sialangmunggu Menagih Janji Walikota Pekanbaru, Banjir Selesai Dalam 1 Tahun 
Kamis 11 September 2025, 14:20 WIB

Siagaonline.com, Pekanbaru – Warga Kelurahan Sialangmunggu, Kecamatan Tuah Madani, kembali menyuarakan keresahan mereka terkait persoalan banjir yang tak kunjung tuntas. Pasalnya, Walikota Pekanbaru sebelumnya pernah menjanjikan bahwa banjir di Pekanbaru akan selesai dalam waktu satu tahun. 


Namun, hingga kini, genangan air masih menjadi pemandangan rutin setiap kali hujan deras turun lebih dari satu jam. 


Hujan yang turun hari Kamis malam (10/09/2025), telah menyebabkan banjir di beberapa RW di kelurahan Sialangmunggu.


Beberapa titik banjir, termasuk Perumahan Bintungan 6 (Perumahan Pemda Riau) RT 04 RW 25 jalan Cipta Karya, menjadi langganan banjir dengan ketinggian air mencapai 80–100 cm. Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh dan menimbulkan kerugian materi maupun kesehatan. 

“Kami sudah berkali-kali ikut gotong royong membersihkan parit, tapi masalah utama ada pada pertemuan parit besar yang belum dinormalisasi maksimal hingga jalan Kubang Raya. Padahal Pak Wali sudah janji dalam satu tahun banjir di Pekanbaru akan selesai,” ujar Abdi Umar Koto, salah seorang warga Perumahan Bintungan 6 RT 04 RW 25 Sialangmunggu.
Warga menilai normalisasi parit yang pernah dilakukan Pemko Pekanbaru dan juga Provinsi beberapa waktu lalu belum menyelesaikan akar masalah. Selain itu, kebiasaan sebagian masyarakat membuang sampah ke parit juga memperparah kondisi aliran air.

Masyarakat berharap pemerintah segera menepati janji politiknya dengan langkah nyata, seperti pelebaran parit, pembangunan drainase yang terintegrasi, serta pengawasan ketat terhadap kebersihan lingkungan.
“Kami tidak ingin janji itu hanya sekadar ucapan saat kampanye. Warga sudah lelah dengan banjir yang terus berulang. Kami butuh dibangun turap atau dinding penahan tanah untuk meminimalisir dampak banjir," tegas Abdi Umar Koto. 

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kota Pekanbaru  atau Pemerintah Provinsi Riau belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan warga tersebut.


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top